Masuk

Ingat Saya

Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Gelar Dialog dengan Ratusan Pemuda di Palu

Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Gelar Dialog dengan Ratusan Pemuda di Palu

Oleh: Erna Dwi Lidiawati

Akhir Agustur 2015 lalu,  Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar dialog  tentang pencegahan terorisme. Kegiatan dialog yang digelar di Restoran  Kampung Nelayan di Kota Palu, Sulawesi Tengah itu mengangkat tema tentang  “Memperkuat Nilai Nasionalisme Guna Mencegah Radikalisme dan Terorisme Dikalangan Pemuda dan Perempuan di Provinsi Sulawesi Tengah”.  Kegiatan yang digelar sehari itu dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di Kota Palu.

Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Dr Abdul Rauf dalam kegiatan itu mengangkat  materi tentang bagaimana memperkuat nilai-nilai ideologi dan paham nasionalisme di kalangan pemuda dan perempuan dalam upaya penanggulangan terorisme.

Menurutnya pemuda dan perempuan masuk dalam target atau menjadi sasaran rekrutmen untuk diajarkan atau disusupi soal paham teroris.

“Kita bisa lihat sejumlah peristiwa penangkapan teroris, pasti mereka itu adalah pemuda.  Pemuda yang masuk dalam gerakan kelompok teroris, adalah pemuda yang nganggur, dan bahkan pemuda yang gelisah dengan kondisi lingkungan, sosial politik, dan pemuda yang merasa tidak mendapat keadilan,” kata Rauf saat itu.

Berkaitan dengan mudahnya generasi muda disusupi oleh paham teroris, untuk itu  ia mengajak para pemuda untuk bersama-sama mencegah dengan cara waspada dengan ajaran atau paham yang diajarkan oleh seseorang.

“Mereka ini bermainnya cukup cantik. Pentama dia mencoba untuk membaur di masyarakat, misalnya menjadi seorang penjaga mesjid. Kemudian dari situ dia pelan-pelan mendekati para pemuda. Dan tanpa disadari faham soal terorisme itu masuk,” ujar Rauf.

Sejumlah pembicara hadir juga dalam kegiatan itu, salah satunya adalah  Rektor IAIN Palu, Dr Zainal Abidin yang membawakan materi, soal menggali pemahaman yang kaffah berwawasan kebangsaan dikalangan pemuda dan perempuan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya  kelompok yang melakukan kekerasan  dengan mengatasnamakan agama tertentu adalah kelompok yang tidak memahami ajaran agama secara total. Namun, berani menyebarkan paham agama yang tidak  tuntas tersebut kepada orang.

“Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Justru kekerasan itu adalah musuh agama dan damai itu ajaran di semua agama. Dan   radikalisme muncul karena pemahaman orang yang keliru terhadap suatu paham terhadap suatu ajaran agama.” ***

#DamaiDalamSumpahPemuda

 

 

Dengan